Jumat, 20 Agustus 2010

UJUNG GENTENG 1 AGUSTUS 2010.


Secuil Kisah Ujung Genteng
---------------------


Diawali atas dasar rasa bosen maha dahsyat dengan rutinitas liburan itu itu saja, Brahmastyo Puji atau yang lebih dikenal dengan Bram-atau mungkin Bambam (miyao miyao)- mengusulkan untuk pergi ke Ujung Genteng, sebuah daerah antah berantah di pelosok Sukabumi. Rencana untuk berlibur di pantai nan elok rupawan ini pun kami susun dengan rapi. Adalah Gilang Kristado, seorang gadget mania, pun mulai googling tentang Villa, fasilitas villa, transportasi, dan lain lain. Awalnya tampak tak mungkin, karena mengingat hampir semua penghuni radio bersifat H2C (hayuk hayuk cepirit-maaf. cicing maksudnya). Namun, jika melihat semangat yang berkoar koar dari kedua makhluk ini, tampaknya bisa di realisasikan.

Next. H min seminggu sebelum keberangkatan.
Bram mengusulkan kepada Gilang untuk membuat invitation di Facebook. Beberapa jam setelah di invite, terlihat 'angin segar' karena begitu banyak yang attending. Tapi kita (saya, bram, dan gilang) tidak lengah. Selalu ada kemungkinan manis diawal (kembali ke H2c tadi).

H min 1 hari sebelum keberangkatan.
Bram mulai uring-uringan karena sedikit sekali yang ikut. Tapi Gilang menguatkan untuk tetap berangkat. Bahkan kalau memang harus bertiga saja. Sebuah pernyataan yang gegabah.

7 Jam sebelum keberangkatan.
Fix ! Saya, Gilang, Bram, Telly, Uci, Dayu, Lia, dan Babet adalah surviver yang jelas bukan H2C (tetep) berangkat ke Ujung Genteng. Sebelum keberangkatan, para Pria memaksakan diri untuk pergi ke Pasar Sederhana, Pasar Ciroyom dan Pasar Andir membeli perbekalan. Banyak hal konyol yang terjadi disini. Sepertinya tidak usah di jelaskan, karena sedikit MENJIJIKAN.

1 Agustus 2010, pkl. 02.00 Wib
Ya ! Kami pun berangkat ke Ujung Genteng,dengan wajah ngantuk maha dahsyat. Maklumlah, jam segini memang harusnya di kasur. Perjalanan panjang pun kami mulai dari sini. Bayangkan. 7 jam di dalam mobil dengan wajah itu lagi itu lagi. Di tambah Supir kami yang teramat sangat Rock n Roll. Entah berapa kali hampir tabrakan karena jalan yang tak lebih besar dari Jalan Ciumbeleuit.
Setelah menunggu lama akhirnya sampai lah kami ke UJUNG GENTENG ! (to toe toeet jenge jeng).
Kesan pertama : speecless. Jangan dipertanyakan bagaimana senangnya hati 2 teman saya ini (read: Gilang dan Bram) karena rencana mereka akhirnya terealisasikan. Dapat terlihat dari keringnya gigi mereka yang tampak tak henti hentinya tersenyum. Senyum puas.

3 hari di Ujung Genteng.
Banyak hal yang tidak bisa saya jelaskan disini. Terlalu banyak. Kebersamaan kami sepertinya tidak bisa di pertanyakan lagi. Dapat terlihat dari cekatannya para wanita memasak, ngulek,ngebersihin ikan, dan sebagainya. Ya walaupun tangannya pada pegel (ngelirik Uci). Telly adalah wanita yang super sangat usil entah kenapa menganjurkan untuk membeli terasi. Menurutnya, sambel yang enak itu sambel terasi. So far, kita harus percaya! (daripada di gas)
Lanjut, kembali ke kehidupan di Villa. Btw, satu hal yang saya sadari bahwa ternyata seorang Lia yang notabene nya wanita super gaul trendi asik membumi bisa memasak SAMBEL TERASI (read : SAMBEL TERASI !). Suatu hal yang mustahil bukan ?
Dan babet, hmm babet. Bentar. Saya harus bekerja keras memikirkan apa yang telah ia kerjakan di villa. Hmm. Jujur, sejauh ini dia penikmat. Tidak ada kontribusi yang jelas di dapur. Mungkin dia adalah satu-satunya wanita yang dandan fullcolour lengkap dengan topi bundar ala pantai, scarf biru, belt merah, hotpants, dan kacamata hitam, hanya untuk ke warung depan beli Aqua (read: warung!)
Lanjut ke Dayu, dia adalah wanita yang sangat tidak bisa lepas dari kamera nya. Kalo liat foto-foto Ujung Genteng itu, ya itu hasil jepretannya. Bagus kan? Tentang kontribusi di dapur, Dayu adalah wanita yang sangat ingin belajar. Bahkan dia berniat untuk membuat SAMBEL TERASI dikosan setelah mendapatkan ilmu dari LIA (si wanita sambel terasi).

Pengalaman di Ujung Genteng sangat membekas di hati saya. Apalagi melihat kelakuan teman teman saya semacam UCI, LIA, TELLY, DAN BABET yang hmmm (ga perlu dijelasin).
Saya banyak belajar tentang bagaimana 'ngangon' Kambing yang sempurna, sebelumnya terima kasih untuk Bram atas ajarannya. (brb, ngakak!)
Hal yang paling tidak bisa kami lupakan adalah melepaskan penyu ke pantai. Itu indah sekali teman. Mungkin karena kami adalah anak anak kota yang sibuk dengan hingar bingar dunia malam, maka dari itu hal sekecil ini terlihat begitu istimewa.

Penasaran sama fotonya ? ini dia...






Tentu saja bukan hanya ini foto-foto nya. Lebih banyak lagi. Tapi setidaknya foto di atas menjelaskan bahwa kita sangat menikmati liburan ini. YEAH !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar